|
KOMPAS/M
CLARA WRESTI
Beberapa pria dari Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta
Selatan, menerima penjelasan mengenai vasektomi
sebelum mereka menjalani operasi kecil itu, Selasa
(6/5).
JAKARTA, JUMAT
– Vasektomi atau sterilisasi pada pria adalah salah
satu metode kontrasepsi yang aman dan tidak ada efek
sampingnya. "Metode ini sangat ampuh, efisien, dan
tidak berbahaya, serta tidak berpengaruh terhadap
kemampuan maupun kepuasan seksual," kata Ketua
Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia, Prof Dr Biran
Affandi, SpOG saat media edukasi “Kontrasepsi
Sebagai Suatu Kebutuhan” di Grand Hyatt, Jakarta,
Jumat (30/5).
Biran juga menyampaikan cara KB permanen untuk pria
ini dapat dilakukan bagi pria yang sudah tidak ingin
mempunyai anak lagi, yaitu dengan memotong saluran
sperma yang menghubungkan buah zakar dengan kantong
sperma, sehingga tidak dijumpai lagi bibit dalam
ejakulat seorang pria. “Tapi bukan dikebiri lho,
kebanyakan pria menganggap vasektomi adalah
dikebiri,” ujar Biran.
“Operasinya aman dan mudah, hanya memerlukan
beberapa menit dengan dibius lokal di klinik atau
praktek dokter, malahan lebih mudah dari tubektomi.
Tapi baru efektif setelah ejakulasi 20 kali atau 3
bulan pascaoperasi. Sebelum itu masih harus
menggunakan kondom,” tambah Biran.
Spermatozoa pria yang sudah divasektomi masih terus
diproduksi oleh buah zakar, namun karena tertahan
tidak bisa dialirkan memasuki prostat, tumpukan
spermatozoa akan diserap kembali oleh tubuh. “Itu
bukan masalah pada kesehatan seks pria dan tidak
mempengaruhi kesehatan tubuh,” ujarnya.
(C5-08)
|