|
|
|
Klinik Profamilia
Jl. Kramat Sentiong 49 A Jakarta
Telp. 021 3155122, 3155125
atau
hubungi dokter / Bidan yang telah
terlatih dalam pemasangan dan
pencabutan Implan di Kota Anda
|
|
Pilihan
Cara
Kontrasepsi Efektif dan Aman |
|
|
|
|
|
|
|
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD)
Kontrasepsi untuk wanita
(Contraseptive for Female)
|
|
Profil
-
Sangat efektif, reversibel dan
berjangka panjang (dapat sampai 10 tahun: CuT-380A)
-
Haid menjadi lebih lama dan
lebih banyak
-
Pemasangan dan pencabutan oleh
tenaga medis (dokter atau bidan terlatih)
-
Dapat dipakai oleh semua
perempuan usia reproduksi
-
Tidak boleh dipakai oleh
perempuan yang terpapar pada Infeksi Menular
Cara Kerja
- Menghambat kemampuan sperma untuk
masuk ke tuba falopii
- Mempengaruhi fertilisasi sebelum
ovum mencapai kavum uteri
- AKDR bekerja terutama mencegah
sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk ke
dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk
fertilisasi
Keuntungan Kontrasepsi
IUD
-
Sangat efektif. 0,6 - 0,8
kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125
- 170 kehamilan)
-
AKDR dapat efektif segera setelah
pemasangan
-
Metode jangka panjang (10 tahun
proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)
-
Tidak mempengaruhi hubungan seksual
-
Tidak ada efek samping hormonal dengan
CuT-380A
-
Tidak mempengaruhi kualitas dan volume
ASI
-
Dapat dipasang segera setelah
melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi)
-
Dapat digunakan sampai manopouse
-
Tidak ada interaksi dengan obat-obat
-
Membantu mencegah kehamilan ekktopik
Kelemahan Kontrasepsi
IUD
-
Efek samping umum terjadi:
perubahan siklus haid, haid lebih lama
dan banyak, perdarahan antar mensturasi, saat haid lebih sakit
-
Komplikasi lain: merasa sakit dan
kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan, perdarahan berat
pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia,
perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar)
-
Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
-
Tidak baik digunakan pada perempuan
dengan IMS atau yang sering berganti pasangan
-
Penyakit radang panggul terjadi
sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR, PRP dapat memicu
infertilitas
-
Prosedur medis, termasuk pemeriksaan
pelvik diperlukan dalam pemasangan AKDR
-
Sedikit nyeri dan perdarahan
(spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. Biasanya
menghilang dalam 1 - 2 hari
-
Klien tidak dapat melepas AKDR oleh
dirinya sendiri. Petugas terlatih yang dapat melepas
-
Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa
diketahui (sering terjadi apabila AKDR dipasang segera setelah
melahirkan)
-
Tidakmencegah terjadinya kehamilan
ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal
-
Perempuan harus memeriksa posisi
benang AKDR dari waktu ke waktu.
Yang Boleh Menggunakan
- Usia reproduktif
- Keadaan nulipara
- Menginginkan menggunakan
kontrasepsi jangka panjang
- Perempuan menyusui yang
menginginkan menggunakan kontrasepsi
- Setelah melahirkan dan tidak
menyusui
- Setelah mengalami abortus dan
tidak terlihat adanya infeksi
- Risiko rendah dari IMS
- Tidak menghendaki metoda hormonal
- Tidak menyukai mengingat-ingat
minum pil setiap hari
- Tidak menghendaki kehamilan
setelah 1 - 5 hari senggama
- Perokok
- Gemuk ataupun kurus
Yang Tidak Diperkenankan Menggunakan
-
Sedang hamil
-
Perdarahan vagina yang tidak diketahui
-
Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis,
servisitis)
-
Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering
menderita PRP atau abortus septik
-
Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor
jinak rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri
-
Penyakit trofoblas yang ganas
-
Diketahui menderita TBC pelvik
-
Kanker alat genital
-
Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
|
|
|